Thursday, September 10, 2009
Ulat tampak rakus, kupu tampak anggun
Bacaan : Roma 12:1-8
Nats : Berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna (Roma 12:2)
Jumat, 1 Agustus 2008
Proses metamorfosa yang mengubah ulat menjadi kepompong, kemudian menjadi kupu-kupu, sungguh suatu perubahan yang mengagumkan. Dari arti katanya, metamorfosa berarti bentuk yang berubah. Namun, yang terjadi pada kupu-kupu bukan hanya perubahan bentuk, tetapi juga gaya hidup. Ulat merangkak, kupu terbang. Ulat makan daun, kupu mengisap madu. Ulat tampak rakus, kupu tampak anggun. Ulat bergerak lambat, kupu terbang cepat. Sungguh berubah total!
Kata "metamorfosa" itu pulalah yang dipakai Paulus ketika menulis: "Berubahlah oleh pembaruan budimu ...". Paulus ingin jemaat di Roma benar-benar berubah, seperti perubahan yang dialami ulat hingga menjadi kupu-kupu. Gaya hidup, cara pandang, dan cara jemaat menjalani hidup mesti berubah, sehingga mereka "dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan yang sempurna". Ya, reformasi sejati tidak hanya mengubah forma (bentuk), tetapi juga mengubah apa yang ada di dalam hidup seseorang.
Hidup kita perlu terus mengalami reformasi. Harus terus bergerak dari ulat ke kepompong. Jadi tidak hanya diam, tetapi seperti pesan Paulus, kita perlu terus mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah (ayat 1). Artinya, kita selalu menyadari - dan kemudian membuktikannya pada dunia - bahwa atas kemurahan Allah dan kasih karunia-Nya, hidup kita ini adalah milik Allah.
Mari terus berubah agar semakin matang di dalam Tuhan. Hingga pada saatnya kelak, kita sungguh berubah menjadi indah dan memberkati setiap orang yang melihatnya -DKL
BILA HIDUP INI ADALAH MILIK TUHAN
IZINKAN DIA MENGUBAH KITA MENJADI SEPERTI YANG DIA MAU
Thursday, July 30, 2009
Bisa diterjemahkan?
The example of Jesus is foundational: as a male Palestinian Jew, in a specific time and place, he immersed himself in Jewish culture, spoke Aramaic with a Galilean accent, had distinctive physical and personality features. He became one with the weak, through ‘self-emptying’ on behalf of those he came to serve (Phil 2.6-8), and lived outside the mainstream of religious, administrative and economic power. He ‘communicated to people not in theological abstractions, but through familiar, concrete forms – miracles, illustrations from common life, proverbs and stories, .. he used the earthy images of everyday rural life. Fishing and farming, weeds and wineskins, soil and salt became the “stuff” of his theological activity. From the beginning, the gospel was voiced in local, culturally conditioned forms’ (20f). Yet as an ‘insider’ he never gave up his ‘outsider’ status that ‘challenged people to see their world from an entirely new perspective’. This tension between ‘at-homeness’ and prophetic transformation is the ‘consistent pattern of biblical contextualization’
Friday, July 24, 2009
Can someone help to translate this?
ADA SATU SOBATKU YANG SETIA
Thursday, July 23, 2009
Peranan Roh Kudus dalam Hidup Orang Percaya
Pengkhotbah: Pdt.Nico Ong MDiv.
Tema: Peranan Roh Kudus dalam Hidup Orang Percaya
Nats: Efesus 5:18-21
Di dalam pandangan orang Chinese, ada tiga tipe orang:
Tipe orang yang pertama, sien ce sien cie, artinya orang yang pada waktu sebelum sesuatu hal
terjadi dia sudah melihat ke depan apa yang akan dia hadapi, apa yang harus dia persiapkan.
Tipe orang yang kedua, ho ce ho cie, yaitu orang yang selalu diajak untuk belajar untuk
mempersiapkan kerohanian kita, mendisiplinkan pribadi kita, jawabannya, "Ah, hidup itu masih
panjang. Bukankah aku masih muda?" Selalu berkata, nanti saja, tomorrow will be better. Ini
adalah jenis orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kenapa? Karena hari ini dia gagal,
tidak ada penyesalan. Tomorrow will be better. Orang seperti ini selalu menunda kesempatan,
mengira masih ada waktu bagi dia.
Tipe orang ketiga yang paling berbahaya, pu ce pu cie, orang yang cuek dan hidup untuk diri
sendiri. Kita perlu menggugah dan membangunkan orang-orang seperti ini yang tidak mau tahu
dan sangat pesimis dan pasif sekali serta kepala batu. Dia tidak tahu untuk apa dia hidup dan
dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk hari depannya, dan apa yang akan dia hadapi
ke depan dia sendiripun tidak mau tahu. Itulah kebanyakan orang-orang yang dikatakan oleh
rasul Paulus 'sedang mabuk oleh anggur.' Apakah berarti kita tidak boleh minum anggur?
Minum anggur atau tidak boleh minum anggur bukan karena anggur itu salah. Apakah minum
anggur itu berdosa? Saya katakan, tidak. Karena mujizat yang Tuhan Yesus lakukan pertama
kali adalah mengubah air menjadi anggur di dalam pesta pernikahan di Kana. Jadi bukan
karena anggurnya, bukan masalah minum atau tidak minum, tetapi masalahnya adalah hati kita
pada waktu melakukan segala-galanya sebelum kita minum anggur itu.
Maka tiga tipe orang ini mengawali khotbah saya pagi ini. Bagaimana kita sebagai orang Kristen
dipersiapkan di tengah-tengah jaman ini, biar kita melihat kebenaran firman Tuhan memimpin
kita. Sebagai anak-anak Tuhan kita sudah menerima keselamatan dengan dua konsep yaitu
"getting in" dan "staying in." Kita masuk dan tinggal di dalamnya. Sekali keselamatan itu
diberikan, tidak pernah akan hilang. Seseorang yang sudah menerima Kristus dan sudah
diselamatkan, apakah nanti pada akhirnya seperti yang dikatakan oleh teologi Armenianism
yaitu jika engkau tidak baik-baik mengerjakan keselamatanmu dengan segala perbuatan baik,
dengan kekuatanmu, dengan kemampuanmu, pada akhirnya engkau tidak akan diselamatkan?
Konsep seperti ini akan membuat kita menjadi bimbang, membuat kita menjadi orang yang
tidak karuan, membuat kita seringkali menjadi berteriak-teriak kepada Tuhan, minta Roh Kudus
masuk di dalam hidup kita. Maka tidak heran di Cina selalu ada lagu "Welcome Holy Spirit,"
yang istilahnya hari ini Holy Spirit bisa singgah, tetapi nanti bisa pergi, lalu bisa ditarik kembali
dengan kekuatan magic supranatural untuk masuk. Akhirnya nanti siapa yang masuk?
Di dalam hal ini kita melihat keselamatan itu dilaksanakan oleh Tuhan, getting in and staying in,
masuk dan tinggal. Sehingga waktu kita memperoleh keselamatan, Roh Kudus tinggal di dalam
kehidupan orang percaya. Hari ini saya akan memberikan tiga hal yang Roh Kudus lakukan di
dalam hidup orang percaya.
1. The Spirit and Ethical Life.
Pada waktu seseorang diselamatkan, hidupnya bukan milik mereka lagi, tetapi Kristus diam di
dalam dirinya. Berarti keberadaan diri orang percaya itu bukan lagi dirinya sendiri tetapi Roh
Tuhan yang tinggal di tengah-tengah kehidupan kita. Namun banyak orang Kristen mengeluh,
dia sudah menjadi orang percaya tetapi seringkali kerohaniannya "up and down." Sdr sudah
menjadi orang Kristen bertahun-tahun, apakah sdr tidak pernah mengalami hal seperti ini?
Apakah ada di antara sdr yang berani mengatakan saya lebih baik daripada orang lain, saya
tidak pernah berbuat dosa, rohani saya selalu klimaks dan tidak pernah jatuh? Tidak ada. Saya
selalu mengatakan di tengah-tengah dunia ini tidak ada seorangpun yang bisa dikatakan
sempurna adanya. Semua orang pasti pernah berbuat dosa. The Spirit and Ethical Life
merupakan konsep yang sangat penting karena pada waktu seseorang dipimpin oleh Roh
Kudus dan mata rohaninya dibuka, Roh Kudus akan memimpin dia kembali, dari pasif menjadi
aktif. Tidak ada orang secara aktif melakukan kebenaran kecuali Roh Kudus mengubah dia.
Firman Tuhan mengatakan, "Tidak ada seorangpun yang baik, tidak ada seorangpun yang
benar. Semuanya sudah berbuat dosa." Maka konsep the Spirit and Ethical Life ini
mengandung dua pengertian, too easy and too hard. Dimana "easy-"nya? Karena ini lebih
bersifat individual. Pada waktu seseorang dipimpin Roh Kudus, tidak ada yang namanya
bersama-sama. Pada waktu sdr menerima kuasa keselamatan dan kuasa Roh Kudus,
semuanya bersifat individual. Ada yang menerima keselamatan waktu dia masih kecil, ada yang
sudah dewasa, atau ada yang sudah hampir meninggal baru percaya. Tetapi juga "too hard"
dalam hal terlalu sulit karena kita dihadapkan di dalam satu tantangan etika yang begitu real.
Menjadi orang Kristen bukan hanya sekedar menerima baptisan dan sesudah itu hidup suci
seperti malaikat. Orang seperti itu bisa jadi sebetulnya karena kurang sosialisasi atau kurang
pergaulan. Menjadi orang Kristen begitu sulit karena kita dihadapkan dengan tuntutan etika
yang real sekali, kita harus bertanggung jawab dan harus menjadi teladan di tengah-tengah
dunia yang berdosa ini. Ini adalah panggilan yang terlalu sulit. Tetapi itulah tantangan bagi kita.
Siapakah yang dapat memampukan kita memiliki kehidupan beretika tinggi di tengah-tengah
dunia yang berdosa ini? Peranan kuasa Roh Kudus tidak pernah tinggal diam. Dia terusmenerus
mengingatkan kita, orang-orang yang lemah ini, untuk terus bersandar kepadaNya.
Jangan mengira pendeta itu lebih hebat rohaninya daripada orang Kristen yang lain. Begitu
orang Kristen jatuh dibanding dengan orang non Kristen jatuh, jatuhnya itu berbeda. Orang non
Kristen jatuh, waktu dia berbuat dosa, dia selalu menikmati. Tetapi orang Kristen begitu jatuh,
jatuhnya bisa begitu dahsyat.
2. The Spirit and the New Covenant.
Perjanjian Allah atau the Covenant ini bukan ditulis dengan tinta dan kertas, tetapi dengan Roh
Allah yang hidup; bukan dengan loh batu melainkan di dalam loh daging yaitu hati manusia.
Bagaimanapun brengseknya sdr, bagaimanapun sdr pernah mengecap kebenaran Injil Kristus,
tetapi kemudian meninggalkan Tuhan, lalu bagaimana? Ada seorang ibu menangis kepada
saya, mengatakan anaknya sekarang sudah murtad dan meninggalkan Tuhan. Saya hanya bisa
memberikan penghiburan kepadanya, jika anaknya pernah mengalami keselamatan yang
sungguh, kalau dia pernah mengecap arti pertobatan dan pernah beriman dengan sungguh di
hadapan Tuhan, cepat atau lambat kuasa Roh Kebenaran itu tidak akan tinggal diam. Peranan
Roh Kudus tidak akan pernah menidurkan dia. Peranan Roh Kudus tidak akan pernah
membiarkan dia terus berada di dalam kegelapan. Roh Kudus akan terus-menerus
mengingatkan dia, karena hukum yang tertulis itu mematikan tetapi Roh itu menghidupkan. Roh
Kudus pasti akan membuat diri kita hidup di dalam kebenaran, hidup meresponi kebenaran
firman Tuhan, hidup meresponi apa yang menjadi amanat agung Tuhan untuk kita kerjakan.
Itulah pimpinan Roh Kudus. Sehingga kita bersyukur akan the Spirit and the New Covenant ini.
Maka etika bagi Paulus, pada waktu dia menghadapi berbagai problema di tengah-tengah
gerejanya, problema di tengah-tengah masyarakatnya, pada dasarnya bagi Paulus, masalah
etika ini dasarnya adalah persoalan teologia murni dan simple dan persoalan itu berhubungan
dengan pengetahuan akan Allah yang dapat kita pelajari dan dapat kita ketahui di dalam
keterbatasan pribadi kita. Kita harus mengakui keterbatasan kita pada waktu belajar akan
kebenaran firman Tuhan tetapi kita meminta pimpinan dari kuasa Roh Kudus itu terus-menerus
memberikan kemampuan kepada kita. Yang kita bicarakan dalam hal ini bukan persoalan etika
berdasarkan hubungan humanis saja, bukan berdasarkan undang-undang belaka. Tetapi etika
yang dimaksud di sini adalah kembali kepada persoalan teologia murni, persoalan hubungan
pribadi ktia dengan Tuhan. Di tengah-tengah dunia Barat ini bagaimana mendidik anak kita
hidup di dalam kebenaran? Sulit sekali. Sejak di dalam kandungan ibunya anak itu sudah punya
benih dosa. Tidak perlu diajar, anak sudah tahu berbuat dosa. Tidak perlu diberitahu, anak
sudah otomatis bisa berbuat jahat dan tahu melakukan pembalasan. Itu sebab orang tua
menyekolahkan anaknya supaya dia belajar berbuat baik, belajar dari orang baik. Di dalam hati
kita sedalam-dalamnya kita tahu, berbuat jahat itu gampang tetapi berbuat kebaikan itu sulitnya
bukan main. Itulah persoalan dasar teologia murni yang harus kita ketahui. Sehingga segala
sesuatu yang harus kita kembalikan kepada Pencipta kita, sang Kebenaran itu, maka seperti
kata Paulus, segala sesuatu yang engkau kerjakan di tengah-tengah dunia ini harus dengan
Tuhan. Itulah konsep yang kita mengerti di dalam point the Spirit and the New Covenant ini.
Kenapa? Karena pada waktu Allah memberikan the New Covenant ini Allah juga meminta
hubungan kita dengan Tuhan semakin hari semakin dekat.
Yang pertama, tujuan kita melakukan segala sesuatu bagi Tuhan adalah untuk memuliakan
Tuhan. Inilah tujuan hidup kita, to glorify Him. Di dalam pengakuan iman the Westminster
Confession of Faith chapter pertama, tujuan manusia diciptakan itu bukan untuk makan dan
minum saja, tetapi untuk memuliakan Tuhan.
Ada seorang ibu tua merindukan suaminya juga percaya Tuhan. Suaminya itu orang yang keras
dan begitu sulit untuk dibawa ke gereja. Seorang pria Chinese itu sangat otoriter. Isteri tidak
boleh ikut campur dan tidak boleh mengatur suami. Sudah diInjili, sudah didoakan, tidak
mempan-mempan. Seolah-olah semakin didoakan, semakin keras orang itu. Sdr pernah
memiliki pengalaman seperti ini? Sdr jangan kapok. Ini bukan karena doa kita kurang manjur,
tetapi karena seseorang yang berteriak kepada Tuhan supaya orang yang tidak bertobat ini
menerima belas kasihan dari Tuhan, Setanpun tidak tinggal diam. Kuasa kegelapan tidak
eprnah tinggal diam. Semakin didoakan, semakin keras suaminya memperlakukan dia. Maka
ibu ini memakai cara lain. Dia memasakkan makanan-makanan yang paling enak untuk
suaminya sedangkan dia sendiri hanya makan mantou. Suaminya menjadi curiga, kenapa
isterinya melakukan hal ini. Akhirnya waktu didesak, isterinya mengatakan, "Karena aku
mencintai kamu, saya tidak tahu cara yang bagaimana lagi untuk membawamu mengenal
Kristus, aku harus memberikan yang terbaik bagimu selama kamu masih hidup. Makanlah dan
nikmatilah sepuasmu selama masih ada kesempatan. Kalau saya meninggalkan dunia ini, saya
memiliki hidup yang kekal bersama Kristus. Sebagai seorang isteri yang mencintaimu, saya
begitu ingin engkau juga bisa bersamaku hidup di dalam kekekalan, tetapi engkau tidak mau.
Maka aku hanya bisa memberikan apa yang terbaik kepadamu sekarang ini." Mendengar
kalimat itu suaminya menjadi sungkan sekali, sampai akhirnya dia sendiri yang meminta
isterinya membawa dia ke gereja.
Yang kedua, segala sesuatu harus dikerjakan untuk Tuhan, itu adalah pola teladan dari Yesus
Kristus sendiri. Memang ini adalah hal yang begitu sulit, tetapi ini yang harus kita kerjakan.
Mungkin ada kekurangan tetapi kalau engkau tidak mengerjakannya sama sekali, engkau
berdosa besar. Kerjakanlah baik-baik.
Yang ketiga, prinsip kasih. Kasih itu adalah Allah sendiri, Allah yang sudah menyatakan
kasihNya ke tengah-tengah kehidupan kita. Maka inilah yang mendorong kita untuk
mengerjakan segala sesuatu untuk semata-mata memuliakan Tuhan.
3. The Spirit and Preaching.
Paulus mengajarkan beberapa sikap orang Kristen di dalam bagian ini.
Yang pertama, hendaklah kamu penuh dengan Roh. Perintah ini bukan bersifat sementara
tetapi merupakan suatu perintah yang berwenang, merupakan suatu keharusan, bukan sesuatu
yang fakultatif atau suatu pilihan belaka. Di dalam kehidupan kita yang sudah mengenal
keselamatan dan anugerah Tuhan, sdr tidak berhak untuk memilih. Allah yang berdaulat
sebelum dunia ini dijadikan, sebelum engkau dibentuk di dalam rahim ibumu, Allah sudah
memilih dan menentukan kita. Sehingga pada waktu kita melihat dua kondisi yang digambarkan
di dalam bagian Efesus ini sama-sama dipengaruhi oleh unsur luar. Yang satu digambarkan
sebagai mabuk oleh anggur, seorang peminum. Seorang alkoholik itu dipengaruhi oleh alkohol,
yang membuat dia menjadi liar, buas, tidak bermoral dan tidak terkontrol hidupnya. Bahkan
kelakuan seorang pemabuk bisa lebih jahat, lebih kejam dan lebih buruk daripada binatang.
Sedangkan sebaliknya yang satu lagi adalah seseorang yang berada di dalam pimpinan dari
kuasa Roh Kudus. Dipengaruhi oleh kuasa Roh Kudus itu berbeda total dengan orang yang
mabuk. Jika orang mabuk membuat keberadaannya seperti binatang, turning a human being
into a beast, sebaliknya orang yang penuh dengan Roh Kudus akan membuat dirinya seperti
Kristus. Kenapa? Karena karya penyelamatan Kristus itu dimulai dari dalam hati orang. Ini juga
merupakan karya pekerjaan Roh Kudus yang bekerja di dalam hatinya yang membuat dia aktif
berespons akan kebenaran Tuhan. Menjadi percaya bukan karena melihat tetapi karena
mendengar. Kalau engkau hanya percaya karena melihat, engkau akan kecewa. Tetapi kalau
engkau menjadi percaya karena engkau mendengar firman Tuhan, maka sin tao se cung tin
tao. Karena di dalam Rom.10:14-15 Paulus mengatakan hal ini. Siapa bisa percaya kalau dia
tidak mendengar firman? Yohanes Pembaptis di padang gurun meneriakkan firman Tuhan.
Demikian juga Yesus Kristus selama 3 1/2 tahun melayani hanya 35 kali melakukan mujizat,
tetapi kenapa hari ini gereja-gereja melakukan lebih banyak mujizat daripada Yesus, tetapi
mujizatnya tidak lebih daripada penipuan fenomena, pencengkraman di dalam psikologi
sehingga membuat orang takut. Maka point the Spirit and Preaching ini memperlihatkan kepada
kita orang menjadi percaya dan mengikut Kristus bukan karena kehebatan orang di dalam
memberitakan Injil. Kehebatan dia hanya karena dia dipakai Tuhan. Mereka menjadi percaya
bukan karena kemampuan kehebatan proklamasi Injil tetapi juga karena kekuatan Roh Kudus
yang memberikan kepastian yang kokoh. Menjadi seorang Reformed, kita wajib memberitakan
Injil Tuhan, harus lebih bersemangat daripada orang Kharismatik. Kenapa? Karena kita tahu
kita memberitakan kebenaran Allah. Seorang penabur yang menaburkan benih, kita tidak tahu
kapan benih itu tumbuh. Tetapi kita tahu Tuhan akan memberi pertumbuhan pada waktunya.
Karena itu kita tidak perlu takut, karena kita memberitakan Injil kepada orang-orang pilihan yang kita tidak tahu ada dimana dan kapan kita bisa ketemu mereka. Namun kita berusaha
semaksimal mungkin. Maka ada perpaduan antara the Spirit and the Preaching ini membuat
kita kembali sadar, orang yang taat kepada pimpinan Roh Kudus baru disebut orang rohani
sewaktu seluruh pikiran, perasaan, kebebasan dan jasmaninya itu diatur oleh Roh Kudus.
Sekali lagi saya mengatakan di dalam hal ini, orang yang taat kepada pimpinan Roh Kudus
baru disebut orang rohani karena pemikiran, perasaan dan kebebasan jasmaninya diatur oleh
Roh Kudus. Sdr yang dulunya pasif sekarang diaktifkan, yang dulunya tidak ada unsur keaktifan
melakukan kebenaran tetapi hanya aktif di dalam berbuat dosa, sekarang pada waktu sdr
menerima pencerahan di dalam ati pemulihan dari yang lama menjadi baru, segala
keinginanmu, segala hawa nafsu kedaginganmu Tuhan kikis sedikit demi sedikit. Proses ini
terjadi satu demi satu, tidak ada orang yang begitu dibaptis langsung berubah total seperti
malaikat. Sedikit demi sedikit, tiap hari tiap sifat Tuhan hancurkan. Ini yang diberitakan oleh
Paulus, "...bukan karena aku tetapi karena keberadaan Roh Kudus yang terus-menerus
bekerja." Sebagai orang Reformed kita harus percaya waktu kita memberitakan firman, kita
yakin ada janji Allah kepada setiap orang-orang pilihanNya. Tetapi yang perlu kita perhatikan
bahwa bekerjanya Roh Kudus melalui firman Allah memimpin manusia untuk kembali kepada
kebenaran firman Tuhan. Maka Roh Kudus dengan firman Allah itu tidak dapat dipisahkan. Roh
Kudus tidak mungkin memimpin orang melanggar kebenaran firmanNya, karena Dia adalah
Roh Kebenaran. Jika orang hanya menekankan kepenuhan kuasa Roh Kudus tetapi tidak
pernah mengajarkan kebenaran firman Tuhan, maka sangat berbahaya sekali. Roh Kudus
adalah Roh Kebenaran yang memimpin orang masuk ke dalam kebenaranNya. Kita bukan
orang pintar tetapi kita adalah orang berhikmat. Orang pintar rationya mengontrol perasaannya
lalu mengontrol tindakannya. Kita puas? Tidak.
Kita mengatakan di atas ratio masih ada kebenaran firman Tuhan, wahyu Allah, itulah yang memimpin kita hidup berhikmat. Kehendak Tuhan adalah absolut dan tidak pernah berubah tetapi pimpinan Roh Kudus itu bersifat sangat dinamis. Pimpinan kuasa Roh Kudus itu mempunyai dinamika yang tidak dapat diprediksi dan dipikirkan oleh manusia. Setiap kesaksian hidup kita berlainan. Ada yang latar belakangnya orang nakal, tetapi Tuhan bisa membawa dia berbalik kepada kebenaran. Tujuan pimpinan Roh Kudus adalah memimpin orang masuk ke dalam kehendak Tuhan yang tidak pernah berubah.
RohKudus melalui firman Tuhan memimpin ratio manusia. Tuhan menggunakan kebenaran
yang diwahyukanNya mengatur seluruh pikiran yang diciptakanNya untuk kembali kepada
kedaulatanNya. Maka pemikirannya baru mencapai pemikiran yang tertinggi. Ratio adalah
ciptaan Tuhan yang terbatas adanya, ratio tidak dapat membuat manusia mengerti keseluruhan
dari kebenaran firman Tuhan. Maka ratio bukanlah kuasa yang tertinggi, sehingga tidak ada
sesuatu yang dapat dibanggakan dari kaum Rationalisme. Kamu pintar? Tetapi kamu harus
meminta hikmat yang berasal dari Tuhan. Biarlah kita menyadari keselamatan itu begitu
berharga. Maka lakukan, kerjakan dan jangan takut mengabarkan Injil. Berani berkata-kata.
Pergilah dan lakukan panggilan Tuhan bagimu.(kz)
Pembaharuan Pikiran, Kunci Kemenangan Kita
Pembaharuan Pikiran, Kunci Kemenangan Kita
2 Korintus 5:17 "?Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang?"
Efesus 4:23 "?Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu ,?"
Kolose 3:9-10 "?Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, (10) dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;?"
Ayat-ayat Firman Tuhan di atas ini meneguhkan kita bahwa kita harus memperbaharui pikiran untuk bisa hidup dan berjalan sebagai manusia baru! Yang dimaksud dengan memperbaharui pikiran adalah merubah pola pikir anda sesuai dengan firman Allah Amsal 3:5 "?Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri?"
Pada waktu saudara lahir baru, yang diperbaharui Tuhan hanyalah roh saudara, tetapi jiwa saudara harus diperbaharui dengan merubah cara berpikir saudara.
Satu-satunya cara membuktikan kepada dunia bahwa firman Allah adalah kebenaran ialah jika kita berubah dalam sikap dan perilaku, yang seturut dengan karakter Kristus yang terdapat dalam FirmanNya. Jika kita tidak melalui proses perubahan, seperti dalam kehidupan kupu-kupu yang mengalami perubahan metamorfosis, keberadaan kita sebagai pengikut Kristus hanyalah akan menjadi batu sandungan bagi orang yang belum percaya. Jika hidup kita, karakter kita diubahkan seperti yang Firman katakan, maka orang akan dapat menerima bahwa Kitab Suci adalah kehendak Allah yang sempurna, baik dan benar.
Pikiran kita adalah bagian dari jiwa kita dan merupakan "Pusat" daripada segala pengontrolan tubuh fisik kita. Roma 12:2 versi Amplified Bible berkata: jangan menjadi serupa dengan dunia ini, sistim yang bekerja di dunia ini, jangan mengadaptasi cara duniawi, tetapi hendaklah anda berubah dengan cara memperbaharui pikiran anda seluruhnya oleh sikap yang baru, sehingga anda bisa buktikan pada diri anda sendiri, betapa baiknya, berkenannya dan sempurnanya kehendak Allah itu .
Jadi hidup baru artinya memperoleh ide-ide baru dan sikap baru (yang sesuai dengan Firman) dan melepaskan sikap lama, bukti sah bahwa anda telah menjadi ciptaan baru adalah adanya "Perubahan" Bukan sekedar memperoleh pengetahuan baru yang kita pelajari di gereja atau seminar, walau pengetahuan yang kita peroleh itu baru tetapi tidak membuat kita menjadi ciptaan baru ! Anda harus mengimplementasikan apa yang anda baru pelajari baru anda bisa masuk ke dalam realitanya atau baru menjadi kenyataan.
Saudara tidak bisa berkata bahwa saudara sudah berubah jika cara berpikir saudara tidak berubah. Memperbaharui pikiran itu bukan kejadian sekali saja tetapi terus menerus, hari ke hari sampai maranatha. Jadi pembaharuan pikiran itu adalah suatu proses atau suatu gaya hidup di mulai hari ini sampai kita diubahkan dan mengenakan tubuh yang tidak binasa dan yang tidak bisa mati.
Perubahan adalah suatu "Proses" tidak instan, jadi harus dengan pengertian bahwa "Saya harus sabar" terhadap diri sendiri, jangan frustrasi, maupun terhadap orang lain dan jangan putus asa. Ibrani 6:12 "?agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah?" Ini perlombaan yang Rasul Paulus katakan antara pikiran lama dengan pikiran baru. Pikiran lama kita selalu muncul dengan berusaha menguasai pikiran kita, mengejar pikiran yang baru kita implementasikan dan mengalahkannya, sehingga membuat kita gagal untuk berubah. Oleh sebab itu, kita harus membuat keputusan yang bulat, bertekad "Aku harus berubah" Tidak cukup hanya mengerti bahwa kita harus berubah, melainkan kita harus bertindak untuk memulai perubahan ini. Kita tidak bisa hanya memakai gelar "Kristen" dan mengabaikan proses perubahannya. Jadi perubahan adalah bagian dari hidup anda setiap hari.
Tuhan itu baik sekali dan sungguh-sungguh merupakan pribadi yang hidup. Bayangkan saudara, kita sudah dipanggil Kristen, yang artinya adalah sama seperti Kristus karena mengikuti Kristus! Kristus artinya "Yang Diurapi Allah" Jadi Kristen artinya "menjadi serupa dengan Yang Diurapi Allah." Karena cara atau metode yang Allah pakai untuk menciptakan adalah mengatakan firman-Nya, kita pun harus sama, karena kita diciptakan Allah serupa gambar dan rupa Dia. Kita harus berubah dari karakter duniawi sebelum kita bertobat menjadi sama dengan Kristus. Roma 8:29 "?Sebab, semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." ini yang Allah kehendaki dan hanya dapat terjadi jika saudara memperbaharui pikiran anda, maka anda akan berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan.
Pada Roma 2:4 "?Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?..." Tidak tahukan engkau, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau pada pertobatan? Pertobatan adalah perubahan pikiran dan perubahan hati. Dan Alkitab berkata Allah memakai kemurahan-Nya untuk membuat kita berubah. Lihat dan renungkanlah kemurahan-kemurahan Tuhan dalam hidup kita, ini akan membuat anda ingin berubah seperti yang Tuhan rencanakan bagi anda. Seringkali kita berbuat dan bersikap busuk dan tidak layak menerima kemurahan Allah tetapi DIA tetap nyatakan kemurahan-Nya. Karena ini akan menggugah kita untuk berubah. Jadi stop lihat keburukan mulai lihat kemurahan-Nya.
Ingin saya tekankan pada anda semua, bahwa alkitab menuntut perubahan dalam hidup kita. Saudara harus mencintai "Perubahan" ini bagian hidup kita sebagai umat-Nya. Pusat kehidupan kita harus diubah yaitu pikiran kita.
Kalau saudara mau menjadi mitra kerja Allah yang sukses anda "HARUS" mau diubah cara berpikirnya.
Karena perubahan adalah suatu proses, oleh sebab itu saya berikan langkah-langkahnya bagaimana saudara bisa mulai berubah. Ada 12 langkah yang harus anda lakukan untuk mencapai tempat di mana Tuhan mau anda berada. Dan menjadi seperti yang Tuhan inginkan, dapat melakukan FirmanNya dan memiliki seperti yang Tuhan katakan. Ingat Alkitab adalah standar-patokan-tali sipat bagi hidup kita.
Langkah pertama:
Keputusan untuk berubah harus anda buat.
Ulangan 30:19 berkata pilihlah kehidupan, dengan kata lain kalau saudara tidak buat keputusan untuk berubah tidak akan terjadi apa-apa. Anda harus membuat keputusan untuk berubah dari sakit menjadi sembuh, dari berhutang terus menjadi sehat keuangannya. Yosua 24:15 Pilihlah siapa yang akan kau sembah! Suatu hari anda harus buat keputusan, apakah anda mau melayani Tuhan atau setan? Apakah anda mau ke sorga atau ke neraka? Kita yang harus membuat keputusan. Jangan hanya dipikirkan saja, tetapi bertindaklah.
Langkah kedua:
Serahkan kehendak anda seluruhnya, seutuhnya kepada Tuhan. Kehendak kita harus mati supaya kehendak Allah hidup didalam kita. Kita harus semakin berkurang-kurang agar Kristus semakin bertambah-tambah didalam kita.
Langkah ketiga:
Miliki keinginan besar dan kerinduan yang kuat untuk berubah. Kerinduan untuk berubah akan memotivasi anda untuk berubah. Mulai melihat, pelajari orang-orang yang sukses sebagai hamba Tuhan, nanti akan timbul kerinduan saudara untuk berubah. Perkatakan apa yang ingin anda capai untuk berubah. Hindari apa yang menjadi kelemahan anda.
Langkah keempat:
Perdalam pengetahuan anda bagaimana menjadi seperti apa yang Allah kehendaki. Ingat . Kita tidak bisa hidup baik-baik dan sehat dalam segala hal sampai jiwa (pikiran, kehendak, emosi) kita baik. Pikiran kita, pengertian kita harus diisi dengan memperdalam pengetahuan akan kehendak Allah, jalan-jalan-Nya, rencana-Nya dalam hal kesehatan roh, jiwa, tubuh dan keuangan. Jika kita mau dan bertindak untuk berubah maka pengalaman kita dengan Tuhan akan meningkat dan kita akan alami promosi dari Tuhan.
Langkah kelima:
Lihat ke dalam firman sebagai "Cermin" agar kita bisa berubah. Saudara harus berkaca diri anda dengan cermin firman Tuhan. Cermin bisa menolong kita untuk menentukan apa yang perlu diubah dalam hidup kita! Waktu kita bercermin pada firman Tuhan kita bisa melihat gambaran dari firman Tuhan akan bayangan bagaimana kita seharusnya sebagai pengikut Kristus. Ini yang membuat kita ingin berubah dari terbelenggu menjadi merdeka dan seterusnya.
Langkah keenam:
Dengan sungguh-sungguh rajin mengaplikasikan kebenaran yang anda pelajari, dari hari ke hari. Untuk apa kita membeli kaset rohani, buku rohani jika tidak dipraktekkan dengan rajin dan konsisten.
Langkah ketujuh:
Juga harus waspada pada pintu-pintu masuk menuju ke hati kita. Setan mau mencuri, membunuh dan membinasakan. Setan mencoba mencuri iman di hati kita melalui:
· Pintu gerbang mata
· Pintu gerbang telinga
· Pintu gerbang mulut
Amsal 4:23 "?Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar."
Kalau hatimu mau berubah, ubah apa yang masuk ke dalam matamu, telingamu dan mulutmu. Jangan dengar dan melihat musik dan TV duniawi yang penuh hawa nafsu sex, kekerasan, kekejaman, pembunuhan, depresi, kehancuran, jangan bicara yang sia-sia atau omong kosong. Dengar dan lihat, perkatakan sesuatu yang memberi kehidupan.
Langkah kedelapan:
Lindungi pikiran anda dari pikiran atau usulan-usulan lama! Iblis selalu pakai pikiran lama untuk menggagalkan kita. 2 Korintus 10:5 "?Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,?" Ayat ini berkata kita bisa mengontrol pikiran kita bahkan menawannya untuk tunduk dan taat pada pikiran Kristus. Jadi kalau pikiran kita tidak sesuai dengan firman, buang saja dan pilih berpikir seperti Alkitab dan taklukkan dengan cara mendeklarasikan apa yang firman katakan mengenai kita. Ini akan mengontrol pikiran anda kalau tidak saudara buat benteng dengan pikiran lama, pikiran negatif dan pikiran takut. Jangan berkata "Aduh pasti hancur keluarga kita" Tidak! Saudara harus berkata "Aku telah ditebus dari kehancuran."
Langkah kesembilan:
Seleksi lingkungan di mana anda berada saat ini kalau dulu anda pencandu obat jangan berada di lingkungan pencandu obat lagi. Seleksi teman-teman anda yang baru dan tempat tinggal anda. Seleksi teman-teman dan tempat-tempat yang anda kunjungi, lagu-lagu yang anda dengar, pembicaraan anda, program yang anda nonton.
Langkah kesepuluh:
Putuskan hubungan dengan masa laulumu, ikatan-ikatan lama diputuskan. Filipi 3:13 "?Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku,?" Rasul Paulus pegang ayat ini yang membuatnya sukses. Lupakan yang di belakang untuk mengejar yang di depan! Biar pernah menjadi juara tetapi itu dulu, sudah lewat, yang penting, bagaimana sekarang! Biar dulu gagal, itu sudah lewat, lupakan. Ada yang lebih baik yang Tuhan sediakan yang harus kita jangkau yang ada di depan kita dengan berkat berlimpah.
Langkah kesebelas:
Buka hati untuk menerima koreksi, teguran dan miliki hati yang dapat/mau diajar. Kalau orang dikoreksi menjawab balik orang ini tidak punya hati yang dapat diajar. Amsal 27:5 "?Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi?"
Kalau anda ditegur dan memberontak, anda tidak siap diubahkan.
Langkah keduabelas:
Andalkan Tuhan dan bergantung pada-Nya, juga pada orang yang lebih dewasa rohani untuk mendukung saudara. Karena saudara tidak bisa merubah diri saudara sendiri. Anda butuh orang yang lebih rohani untuk menolong anda. Anda mesti mau dimuridkan seperti hubungan antara:
· Rasul Timotius dengan Rasul Paulus
· Elisha dengan Elia
· Yosua dengan Musa
Saya mau tutup pelajaran ini dengan doa yang saya rindukan bisa anda angkat di hadapan Tuhan dengan suara keras dan mendeklarasikan doa ini maka pikiran anda akan diperbaharui dan hidup anda akan berubah tidak serupa dunia lagi:
Bapa di surga, aku membuat keputusan untuk berubah Roma 4:17b berkata aku berubah dengan mengatakan apa yang Allah katakan. Terima kasih Tuhan karena aku ciptaan baru dalam Kristus, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang, aku bukan lagi yang lama. Bapa di surga guruku yang baru adalah firman-Mu dan perubahan akan terjadi sesuai dengan firman-Mu dari gloryi ke glory. Kami diubahkan melalui proses demi proses, kami tidak takut untuk berubah. Dalam segala hal Allah turut bekerja sama dengan mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana-Mu sebelum dunia dijadikan. Aku orang yang dibenarkan aku tidak di bawah tuduhan lagi, setiap hari aku melayani engkau dengan bercermin pada firman Tuhan. Mulai hari ini aku tahu siapa aku di dalam Kristus, ini adalah cerminan aku yang sesungguhnya. Terima kasih Tuhan karena Engkau telah memberitahukan aku bagaimana percaya pada apa yang alkitab katakan mengenai aku, apa yang bisa kumiliki, dan tunduk pada otoritas terakhir yaitu firman-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
ALLAH YANG TIDAK PERNAH BERUBAH
Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto
Dikhotbahkan di Philadelphia Baptist Fellowship Tangerang
9 September 2006
“Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.” (Maleakhi 3:6)
Pada pada saat sore hari ini kita akan membahas tentang Allah yang tidak berubah. Yang menjadi dasar Firman Tuhan pada saat sore hari ini adalah Maleakhi 3:6; “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”
Saya berpikir untuk membawakan tema ini setelah membaca khotbah Charles Spurgeon yang luar biasa, yang bertemakan “The Immutability of God.” Saya pernah menyampaikan kepada Anda siapa Spurgeon ini. Ia adalah salah satu pengkhotbah Puritan yang luar biasa. Ia adalah pengkhotbah Baptis yang sangat dikagumi, bahkan ia dijuluki sebagai “The Prince of Preacher.” Ada beberapa komentar dari orang-orang besar tentang Spurgeon misalnya Dr. B.H. Carroll, pendiri dari Southwestern Baptist Theological Seminary, menyebut Spurgeon sebagai “pengkhotbah terbesar sejak masa Paulus.” Penginjil terkenal D.L. Moody berkata, “Saya telah membaca segala sesuatu atau segala tulisan yang ditulis oleh Spurgeon yang ada di tangan saya.” Dr. W.A. Criswell berkata, “Ketika saya pergi ke Surga, setelah saya berjumpa dengan Juruselamat dan keluarga saya yang terkasih, saya akan menjumpai Charles Haddon Spurgeon. Bagi saya, ia adalah pengkhotbah terbesar yang pernah saya tahu selama saya hidup. Rasul Paulus telah menuliskan firman Allah yang diinspirasikan, sementara C.H. Spurgeon menginterpretasikan firman itu dengan begitu kaya akan maksud kebenaran firman itu bagi hati saya.”
Jika Anda membaca khotbah Spurgeon yang berjudul “The Immutability of God” anda akan sungguh diberkati, ketika Spurgeon menjelaskan bagaimana Allah yang tidak pernah berubah. Dan pada kesempatan ini saya akan berbicara tentang Allah yang tidak berubah itu. Dan saya akan mengambil banyak pemikiran yang telah disampaikan oleh orang yang paling saya kagumi, pengkhotbah yang saya kagumi dari antara kaum Puritan, yaitu Spurgeon. Benarkah Allah itu tidak pernah berubah. Kalau benar demikian apanya yang tidak berubah. Poin yang pertama yang akan kita dibahas adalah bahwa Allah tidak berubah di dalam esensi-Nya.
Pertama, Allah Tidak Pernah Berubah dalam Esensi-Nya
Spurgeon berkata, “Kami tidak bisa menjelaskan kepada anda seperti apakah Allah itu, kami tidak tahu apakah substansi dari apa yang kita sebut Allah itu. Namun Ia adalah suatu eksistensi, Ia adalah suatu being atau keberadaan, namun apakah itu kami tidak tahu. Bagaimanapun juga, apapun itu, kami menyebut Dia adalah suatu esensi dan esensi itu tidak pernah berubah.”
Substansi dari segala sesuatu yang fana selalu berubah. Gunung-gunung dengan mahkota saljunya akan segera meleleh ketika musim panas tiba. Bahkan matahari menyinarkan panas dan terangnya semuanya ada di dalam kendali Allah. Segala ciptaan berubah, khususnya manusia berubah. Tubuh manusia pun terus-menerus mengalami perubahan namun esensi dari Allah tidak pernah berubah.
Sesuatu yang istimewa yang saya temukan ketika saya berpikir tentang Allah yang tidak berubah, yaitu ketika ketika Ia mengambil rupa menjelma menjadi manusia, berinkarnasi menjadi manusia, yaitu Firman itu menjadi daging. Dan ketika Dia menjadi manusia, esensi ke-Allahan-Nya tidak pernah berubah. Oleh sebab itulah Tuhan berkata “Akulah Tuhan Aku tidak berubah.”
Apalagi yang tidak berubah pada diri Allah, kita masuk pada poin yang kedua;
Kedua, Atribut-Atribut-Nya Tidak Berubah
Apakah Ia adalah Allah Yang Mahakuasa? Benar Ia adalah Allah Yang Mahakuasa. Ia menciptakan segala yang ada hanya dengan mengucapkan kata atau berfirman. Allah yang Mahakuasa itu yang menciptakan langit dan bumi, dan segala isinya hanya dengan berkata jadilah, maka itu pun jadi. Dan apakah Allah yang Mahakuasa itu tetap Mahakuasa sampai hari ini? Jawabannya adalah iya. Ia yang telah menciptakan manusia dengan kemahakuasaan-Nya dan setelah manusia jatuh ke dalam dosa, namun di dalam Kristus Ia menciptakan manusia yang baru. Dunia yang Dia ciptakan dengan kuasa-Nya, namun oleh karena dosa dunia menjadi kacau balau dan Allah yang mahakuasa akan menjadikan dunia ini menjadi baru, sama seperti semula, yaitu ketika Kristus datang yang kedua kali, mendirikan kerajaan damai yaitu Kerajaan 1000 tahun. Dan itulah kemahakuasaan Allah yang tidak berubah, bukan hanya kemahakuasaan-Nya, hikmat Allah juga tidak pernah berubah.
Dengan hikmat-Nya Allah menciptakan alam semesta ini dengan penuh keteraturan. Bumi dan semua planet berputar mengelilingi matahari pada porosnya masing-masing dan selalu demikian. Namun planet-planet itu tidak saling berbenturan satu dengan yang lain, karena semua telah dirancang dengan hikmat dari Yang Mahabijaksana. Dan Allah yang tidak berubah dalam hikmat-Nya, Dia jugalah yang merancangkan rancangan jalan keselamatan bagi manusia berdosa di dalam Kristus dan syukur rancangan itu adalah rancangan yang penuh hikmat. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa tidak mungkin dapat memperbaiki dirinya sendiri. Tidak ada cara untuk dapat menyelamatkan diri. Manusia tidak akan mampu membayar sekecil apapun untuk keselamatan jiwanya. Oleh sebab itulah dalam rancangan Allah yang penuh hikmat, Ia memprogramkan rencana keselamatan bukan apa yang bisa dilakukan oleh manusia, karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa untuk keselamatan dirinya sendiri, tetapi rancangan keselamatan diberikan kepada manusia melalui anugerah, kasih karunia, pemberian cuma-cuma di dalam Kristus. Dan karena hanya itulah yang memungkinkan manusia dapat diselamatkan. Tanpa kasih karunia, manusia akan binasa manusia tidak dapat melakukan apapun walaupun hanya sekecil apapun untuk mendapatkan keselamatan. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan melalui kasih karunia-Nya dan ini adalah rancangan yang penuh hikmat dari Allah. Allah yang membuat alam semesta menjadi teratur, membut kekacauan menjadi keteraturan, memindahkan kegelapan menjadi terang, dan Dia adalah Allah yang tidak berubah menurut hikmat-Nya untuk selama-lamanya.
Kasih Allah juga tidak pernah berubah. Oleh karena kasihlah Dia menciptakan segala sesuatu dalam alam semesta ini yang dibutuhkan oleh manusia sebelum Ia menciptakan manusia. Ia mempersiapkan semua itu untuk manusia. Ia menciptakan manusia pada hari yang keenam oleh karena Dia mengasihi manusia, supaya ketika manusia itu ada segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia sudah disediakan oleh Dia. Namun apakah balasan manusia, manusia memberontak kepada Allah, manusia memusuhi Allah, namun demikian apakah Allah berubah? apakah kasih Allah berubah? Tidak, kasih Allah bagi manusia tidak pernah berubah, walaupun manusia telah memberontak kepada-Nya.
Waktu Adam jatuh ke dalam dosa, ia bersembunyi dari Allah dan bukannya mencari Allah. Karena kasih-Nya lah yang mendorong Allah memanggil Adam. “Adam, Adam, di manakah engkau?” Ia yang mencari manusia, dan ketika Dia menemukan Adam, Allah mengorbankan binatang sebagai gambaran dari Anak Domba Allah yang akan dikirim yaitu Kristus yang dikorbankan untuk dosa manusia. Allah mengorbankan binatang dan mengambil kulit binatang itu untuk menggantikan pakaian Adam yang dibuat oleh Adam sendiri. Bukan hanya itu, pada saat itu juga dalam Kejadian 3:15, Allah menjanjikan penebusan, bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala si Setan.
Yohanes 3:16 menjelaskan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Allah masih mengasihi manusia walaupun manusia memberontak kepada Allah. Karena kasih Allah tidak pernah berubah.
Dalam Filipi 2:8-9, menjelaskan Dia yang adalah Allah yang menjadi manusia untuk menunjukkan kasih-Nya. Kita melihat di sana bahwa Sang Pencipta mau menjadi sama dengan ciptaan, bahkan Pencipta mau melayani ciptaan bahkan akhirnya menyerahkan diri-Nya untuk menjadi korban penebusan dosa bagi manusia, kasih Allah tidak pernah berubah dari dulu sekarang dan selama-lamanya.
Demikian juga keadilan, kebenaran, kekudusan, kesetiaan Allah dan seluruh atribut yang ada dalam diri Allah atau sifat Allah tidak pernah berubah dari dulu sekarang dan selama-lamanya. Dalam poin yang kedua kita sudah berbicara bahwa Allah tidak berubah dalam atribut-atribut-Nya. Lalu apa lagi yang tidak berubah dalam diri Allah? Ini memimpin kita ke dalam poin yang ketiga.
Ketiga, Rencana-Rencana-Nya Tidak Pernah Berubah
Allah tidak berubah dalam rencana-rencana-Nya, Spurgeon berkata “Manusia mulai membangun tetapi tidak dapat menyelesaikan. Dan oleh sebab itu ia mengubah rencananya. Namun pernahkah dikatakan Allah mulai membangun tetapi tidak dapat menyelesaikannya? Tidak!”
Anda ingat? Allah memiliki rencana yang besar bagi Yusuf. Dia menyatakan rencana besar-Nya itu melalui mimpi kepada Yusuf. Dua kali Yusuf memperoleh mimpi dari Allah yang merupakan inti dari rencana Allah di masa depan bagi dirinya yaitu bahwa Yusuf akan menjadi penguasa. Alllah memiliki rencana yang besar bagi Yusuf namun manusia mempunyai rencana yang lain. Saudara-saudaranya menangkap Yusuf dan membuangnya ke dalam sumur dan mengambilnya kembali dan menjual Yusuf menjadi budak. Maka Yusuf dibawa ke Mesir untuk menjadi budak di keluarga Potifar. Lagi-lagi manusia ingin menghancurkan rencana Allah yang besar bagi Yusuf, istri Potifar menggoda Yusuf. Namun Yusuf yang takut akan Tuhan menolak ajakan istri Potifar. Dan justru itu lah yang mengirim Yusuf ke dalam penjara bawah tanah.
Namun lihatlah justru dari dalam penjara ini lah Yusuf dapat menafsirkan mimpi Firaun dan Firaun mengangkat Yusuf menjadi orang kedua dalam kerajaannya Yusuf menjadi penguasa atas seluruh Mesir kecuali takhta Firaun. Rencana Allah tidak pernah berubah, walaupun manusia mencoba untuk mengubahnya. Tetapi Allah tidak pernah berubah apapun yang telah direncanakan Allah pasti akan terjadi.
Allah memiliki rencana untuk keselamatan anda, dan ingatlah bahwa rencana itu tidak pernah berubah. Sekali Allah memilih engkau, sekali Allah merencanakan keselamatan untukmu, rencana itu tidak pernah dibatalkan. Dan engkau pasti diselamatkan. Dan jikalau anda telah diselamatkan saat ini, itu oleh karena rencana yang agung Allah. Allah memiliki rencana-rencana yang agung dalam hidup Anda dan rencana Allah itu adalah untuk kemuliaan Allah, dan rencana Allah itu untuk kebaikan anda juga. Walaupun kadang-kadang anda masuk dalam kesulitan, masuk dalam kesusahan, namun rencana Allah yang indah bagi anda tidak pernah berubah. Karena Allah tidak penah berubah, esensi-Nya tidak pernah berubah, atribut-atribut-Nya tidak pernah berubah dan rencana-Nya pun tidak pernah berubah.
Rasul Paulus berbicara tentang dirinya sendiri, bahwa sejak sebelum dunia dijadikan Allah sudah memilih dia. Anda tahu bagaimana kehidupan Paulus sebelum bertobat. Paulus adalah pemimpin Yahudi yang memimpin pembunuhan terhadap Stefanus. Dengan surat dari imam besar dia pergi ke Damsyik untuk membunuh setiap orang Kristen di sana dan memasukkan setiap orang yang menjadi pengikut Kristus ke dalam penjara. Dia adalah orang yang sangat ditakuti, dialah yang senantiasa menyebar benih ketakutan bagi orang-orang yang mejadi pengikut Kristus pada waktu itu. Dan bagaimana ketika dia diselamatkan? Perubahan total terjadi. Dulunya dia adalah penganiaya jemaat, namun kemudian menjadi pemberita Injil, bahkan dia sering mengalami aniaya oleh karena pemberitaan Injil. Dan dia dapat menyelesaikan pertandingan dalam perjuangan iman sampai garis akhir. Mengapa? Karena Allah mempunyai rencana dalam kehidupannya dan rencana Allah itu tidak dapat berubah. Allah yang memiliki rencana dari sejak semula untuk memilih Paulus menjadi salah satu dari anak-anak Allah dalam Kristus, dipilih untuk menjadi hamba Tuhan dan rencana itu tidak pernah berubah.
Ingatlah saudaraku! Allah yang telah memilih engkau untuk menjadi anak-anak Allah. Bahkan Allah yang memilih engkau untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan. Maka rencana Allah ini tidak akan pernah berubah sampai selama-lamanya. Lalu apa lagi yang tidak berubah dari diri Allah, ini memimpin kita kepada poin yang keempat yaitu bahwa Janji-janji-Nya tidak Berubah.
Keempat, Janji-Janji Allah Tidak Pernah Berubah
Manusia begitu mudah membuat janji dan begitu mudah pula ia mengingkarinya, namun ketika Allah berjanji, Dia bukan hanya tidak akan mengingkarinya tetapi bahkan Dia tidak bisa mengingkarinya. Karena kesetiaan adalah natur Allah yang esensial. Oleh sebab itu janji-janji Allah tidak pernah berubah. Bersyukurlah karena setiap kita adalah orang-orang yang memperoleh janji Allah dan Allah yang mempunyai janji itu tidak pernah berubah, dan janji-Nya pun juga tidak akan pernah berubah.
Kalau anda membaca seluruh Alkitab, anda akan menemukan banyak janji Allah yang Allah sampaikan kepada umat-Nya. Di mana Allah sudah mengenapi janji-janji-Nya dan akan menggenapi janji-janji yang masih belum tergenapi, yaitu khususnya janji-janji masa depan, janji tentang kedatangan Tuhan yang akan memulihkan umat Allah. Ada banyak kovenan atau perjanjian yang bersifat unconditional atau tidak bersyarat. Dan itu semuanya menunjukkan bahwa Allah akan menepati semua janji itu, dan janji itu menjadi pengharapan bagi kita. Kita melihat perjanjian Allah dengan Abraham untuk menjadikan Abraham dan keturunannya menjadi bangsa yang besar, yang akan tetap ada untuk selama-lamanya. Walaupun Israel telah tiada dari tahun 70, namun rupanya Israel bangkit kembali setelah sekian ratus tahun lamanya. Pada tahun 1948, Israel muncul kembali dan ada sampai hari ini. Itu semua karena janji Allah yang bersifat tidak bersyarat atau unconditional kepada Abraham dan Israel akan menjadi bangsa yang besar ketika sang Mesias, keturunan Daud yang dijanjikan dalam unconditional covenant dalam Davidic Covenant atau janji Allah kepada Daud. Ada juga janji Perjanjian Baru yang disampaikan oleh Yeremia. Perjanjian Baru itu adalah perjanjian berkat bagi Israel dan Yehuda di masa depan. Namun kita bahkan sudah mengalaminya saat ini. Ada banyak janji Allah yang sudah digenapi, dan saya tidak mungkin dapat menyajikannya satu-persatu. Namun itusangat jelas dalam Alkitab.
Sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan kita memiliki janji-janji Allah. Allah berjanji bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa dan janji-Nya itu akan digenapi, yaitu bahwa anda memiliki jaminan hidup kekal, bahwa kapan saja anda mati anda pasti masuk sorga. Ketika anda sungguh-sungguh percaya dalam Kristus dilahirkan kembali, mengalami pertobatan, itu bukan karena kebaikan kita tetapi karena janji Allah yang tidak berubah itu. Ia berkata bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal.
Allah bukan hanya menjanjikan itu, tetapi Allah juga menjanjikan tentang kehidupan yang penuh dengan keindahan, penuh kebahagiaan dan penuh kemuliaan. Yaitu kehidupan sorgawi. Kita memiliki pengharapan di dalam Kristus bahwa kita semua yang sudah diselamatkan akan masuk ke dalam kerajaan Surga.
Dia juga pernah berjanji, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” Anda percaya kepada janji ini? Buktikanlah dan carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka percayalah ketika anda sudah mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, semuanya akan ditambahkan kepada anda. Ini adalah janji Tuhan yang tidak pernah berubah. Segala yang anda butuhkan, bukan segala yang anda inginkan Tuhan akan cukupkan. Tuhan akan memberkati anda. Itu adalah janji-Nya. Anda harus percaya itu.
Tuhan tidak akan pernah membiarkan anda. Dia juga berjanji bahwa “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ini adalah janji Allah yang tidak pernah berubah, sebab itu anda harus bahagia, anda tidak harus merasa kesepian karena Dia akan selalu bersama dengan kita. Yesus sendiri disebut sebagai Immanuel yang berarti “Allah beserta kita.” Pernahkah anda berkata seperti R. Kelso Carter, yang pada tahun 1886 menuliskan lagu yang begitu indah “Standing on the Promises.”
Ku berdiri atas janji Penebus
Walau topan bimbang ragu berderu
Firman Allah sumber kemenanganku
Yakin akan janji Penebus.
Ku berdiri ..ku berdiri atas janji Tuhan Yesus
Ku berdiri… berdiri atas janji penebus.
Lalu apalagi yang tidak berubah dalam diri Allah, kita sudah membahas bahwa esensi Allah tidak berubah, kita sudah membahas atribut-atribut Allah tidak berubah, dan bahwa rencana-rencana-Nya tidak berubah, dan yang keempat kita sudah membahas janji-janji-Nya tidak berubah, lalu apalagi yang tidak berubah dalam diri Allah? Kita masuk dalam poin lima.
Kelima, Ancaman-Ancaman Allah tidak Berubah
Anda tidak boleh hanya melihat yang indah-indah saja yang dapat anda terima. Sama dengan esensi Allah yang tidak berubah, sama dengan atribut-atribut Allah yang tidak dapat berubah, sama dengan rencana-rencana Allah yang tidak berubah dan sama juga dengan janji-janji Allah yang tidak dapat berubah, maka ancaman-ancaman Allah terhadap orang-orang berdosa yang tidak mau bertobat juga tidak berubah.
Dalam Yohanes 3:36, Allah berjanji “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia telah memiliki hidup yang kekal, tetapi ia yang tidak percaya kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”
Allah berjanji bahwa barangsiapa percaya akan diselamatkan tetapi barangsiapa yang tidak percaya akan dihukum. Dan ancaman ini tidak pernah berubah. Sama dengan yang lain-lain tidak berubah dalam diri Allah, maka ancaman-ancaman Allah terhadap orang berdosa yang tidak mau bertobat juga tidak akan berubah. Allah tidak akan mengampuni anda kecuali anda mau bertobat. Allah akan tetap menghukum anda kecuali anda mau bertobat. Namun sesungguhnya jika anda tidak mau bertobat maka ancaman Allah selama-lamanya ada di atas kepala Anda. Seperti yang seringkali saya katakan kepada anda bahkan menurut Jonathan Edwards “Murka Allah itu sudah ada di atas kepala anda sejak sekarang ini.” Jadi bukan hanya untuk masa depan, tetapi sekarang ini anda sudah berada di bawah murka Allah, anda sudah berada di bawah ancaman- ancaman Allah. Dan ingat ancaman-ancaman Allah tidak pernah berubah sampai anda mau bertobat.
Melalui nabi Yunus Allah mengumumkan kepada Niniwe, bahwa jika mereka tidak bertobat maka Allah menunggangbalikkan kota itu. Namun apa yang terjadi ketika Niniwe bertobat? Allah menepati janji-Nya bahwa kecuali mereka bertobat Allah tidak akan menghukum Niniwe. Dan kita lihat bahwa Niniwe bertobat, maka Allah mengurungkan niat-Nya untuk menghukum Niniwe. Bukan Allah berubah dalam hal ini. Ia berjanji bahwa jikalau Niniwe tidak bertobat maka Allah akan menghukumnya, itu artinya jikalau Niniwe bertobat, maka Allah tidak jadi menghukum kota itu. Dan itulah yang terjadi, Niniwe bertobat maka Allah tidak jadi menghukum kota itu.
Tetapi bagaimana dengan Sodom dan Gomora? Allah berkata jika ada sepuluh orang saja yang beriman di sana, Allah tidak akan menghukum kota itu. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata tidak ada sepuluh orang yang beriman di kota itu. Maka Allah menepati janji-Nya untuk menghancurkan Sodom dan Gomora dengan api dan belerang dari Surga.
Namun Sodom dan Gomora yang anda hadapi jikalau anda tidak bertobat lebih daripada Sodom-Gomora yang dicatat Alkitab. Anda akan berada dalam api yang tak pernah padam untuk selama-lamanya. Anda akan masuk ke dalam neraka untuk selama-lamanya. Itu adalah ancaman Allah dan itu tidak pernah berubah, oleh sebab itu bertobatlah!
Oleh karena ancaman-ancaman Allah tidak berubah maka setiap pengkhotbah kebenaran tidak boleh mengubah ancaman-ancaman itu menjadi lebih lembut sehingga tidak menimbulkan rasa apa-apa di hati pendengarnya. Pengkhotbah kebenaran harus terus memberitakan bukan hanya kasih karunia yang diberikan cuma-cuma, bukan hanya tentang kasih Allah kepada manusia, tetapi ia juga harus menyampaikan bahwa murka Allah ada di atas kepala mereka. Bahwa ancaman Allah untuk mengirimkan mereka ke Neraka akan digenapi jika mereka tidak bertobat. Ingat ancaman-ancaman Allah tidak pernah berubah.
Saya akan memberikan poin yang terakhir tentang ketidakberubahan Allah ini.
Keenam, Objek-Objek Kasih Allah tidak Pernah Berubah
Ternyata bukan hanya kasih Allah yang tidak berubah, atribut Allah yang tidak berubah, tapi bahkan objek yang dikasihi-Nya juga tidak akan pernah berubah.
Spurgeon berkata, “Obyek kekekalan kasih Allah tidak pernah berubah. Orang-orang yang telah Allah panggil akan dibenarkan oleh-Nya, yang telah dibenarkan akan dikuduskan-Nya dan yang telah dikuduskan akan Dia muliakan.”
Ini adalah janji yang begitu indah dan agung bagi kita, kita yang adalah obyek-obyek kasih Allah akan tetap dikasihi-Nya untuk selama-lamanya, sampai akhirnya kita dimuliakan. Obyek kasih Allah tidak pernah berubah, jikalau anda adalah obyek kasih Allah, maka kasih-Nya kepada anda tidak akan berubah. Oleh karena kasih-Nyalah kepada anda, Dia menyelamatkan anda dan oleh Karena kasihnya Ia memilih anda menjadi anak-anak Allah. Dan saya percaya ketika anda menjadi obyek kasih Allah, obyek kasih Allah itu tidak akan pernah berubah artinya anda tetap dikasihi oleh Dia sampai selama-lamanya. Dan itu artinya bukan hanya Allah menyelamatkan anda sekarang ini, tetapi Allah menjamin keselamatan anda. Allah memelihara keselamatan anda, Allah menguatkan iman anda sampai akhir dan ini merupakan jaminan bahwa anda tidak akan pernah kehilangan keselamatan anda. Karena Allah tidak pernah mengubah keputusan-Nya untuk menjadikan anda sebagai obyek kasih-Nya. Anda akan tetap dikasihi-Nya bukan hanya sekarang ketika anda diselamatkan, tetapi untuk selama-lamanya anda tetap menjadi obyek kasih Allah. Berbahagialah jika anda sudah diselamatkan, karena anda adalah obyek kasih Allah dan anda tidak akan pernah tidak lagi menjadi obyek kasih Allah atau disingkirkan dari kedudukan anda sebagai obyek kasih Allah, karena obyek kasih Allah tidak pernah berubah dan itu adalah anda dan saya.
Amin.
