BUKAN KACA BIASA
Baca: 1 Petrus 2:1-10
Ayat Mas: 1 Petrus 2:9
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 7-9
Kacamata saya adalah sebuah benda yang spesial bagi saya. Saya sangat menghargainya dan merawatnya karena besar manfaatnya bagi saya. Memang kacamata saya tampak seperti kaca biasa, tetapi ia bukan kaca jendela, atau kaca stoples tempat kue. Leburan kaca yang dicetak untuk menjadi lensa kacamata saya adalah leburan kaca yang dipilih secara khusus agar mencapai tujuan pembuatannya, yakni membantu saya untuk memiliki penglihatan yang lebih baik.
Hampir serupa dengan hal itu, bacaan Alkitab hari ini membukakan bahwa kita juga adalah orang-orang yang dipilih. Dari sekian miliar orang yang hidup di dunia ini, Allah sendiri memilih kita secara khusus untuk menjadi para pelayan Allah, yang wajib memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia (1 Petrus 2:9).
Apabila kita telah dipilih sedemikian rupa oleh Allah, maka sudah seharusnya kita menjalani setiap profesi kita sebaik mungkin, apa pun itu, dengan memanfaatkan segala karunia dan talenta yang Dia anugerahkan. Jangan sampai kita berpikir bahwa kita cukup menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Dengan demikian, kita mencapai tujuan mengapa kita diciptakan, dan tidak sekadar menjadi kaca biasa. Dia ingin kita selalu melakukan yang terbaik. Apabila kita seorang pekerja, biarlah kita menjadi pekerja yang terbaik. Bila kita seorang pelayan Tuhan, biarlah kita menjadi pelayan Tuhan yang terbaik. Kita adalah orang-orang pilihanNya. Dan, bila Dia memilih, Dia juga memperlengkapi, menyertai, dan memampukan kita untuk melakukan yang terbaik bagi kemuliaanNya
KITA DIPILIH ALLAH UNTUK MENJADI
YANG TERBAIK DAN MELAKUKAN KARYA YANG TERBAIK
Penulis: Susanto, S.Th.
Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts
Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts
Wednesday, June 24, 2009
Mempertahankan fokus untuk mencapai sasaran
TAK TERKIRIM
Baca: Lukas 14:28-32
Ayat Mas: Amsal 13:4
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 4-6
Pagi itu saya menuju warung internet untuk mengirimkan naskah pesanan sebuah majalah. Ketika membuka situs webmail gratis yang saya pakai, ada e-mail baru dari beberapa teman. Segera saya asyik membukanya satu per satu. Lalu saya berselancar ke sejumlah situs lain, memantau, dan men-download kalau ada artikel yang saya minati. Sekitar satu jam kemudian, saya keluar dari warung internet itu. Dalam perjalanan pulang, saya teringat, astaga, naskah tadi malah belum jadi saya kirimkan!
Memiliki suatu sasaran adalah suatu hal. Namun, mempertahankan fokus untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan tersebut merupakan perkara yang lain sama sekali. Persoalannya, justru ketahanan dalam menjaga fokus inilah yang acap kali kita abaikan. Kita berlimpah dengan rencana dan keinginan, namun terbata-bata dalam menindaklanjuti pencapaiannya. Kita tidak memiliki komitmen, disiplin, dan ketekunan yang memadai untuk menyelesaikan rencana itu. Kita tidak menjadikan rencana itu prioritas. Hasilnya? Paling tidak, kejengkelan dan ketertundaan seperti yang saya alami tadi. Dalam perkara yang lebih serius, tentu saja akibatnya juga akan lebih parah.
Awal tahun ini banyak orang menyusun resolusi dan target, paling tidak bagi dirinya sendiri. Mungkin keinginan untuk menurunkan berat badan, mungkin cita-cita untuk menulis sebuah novel, mungkin pula kerinduan untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Itu baru satu tahap. Tahap berikutnya, siapkah kita, sepanjang tahun ini, mengembangkan komitmen, disiplin, dan ketekunan yang diperlukan untuk mewujudkannya?
RENCANA (KOMITMEN + DISPLIN + KETEKUNAN) = MIMPI RENCANA + (KOMITMEN + DISPLIN + KETEKUNAN) = REALITAS
Penulis: Arie Saptaji
Baca: Lukas 14:28-32
Ayat Mas: Amsal 13:4
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 4-6
Pagi itu saya menuju warung internet untuk mengirimkan naskah pesanan sebuah majalah. Ketika membuka situs webmail gratis yang saya pakai, ada e-mail baru dari beberapa teman. Segera saya asyik membukanya satu per satu. Lalu saya berselancar ke sejumlah situs lain, memantau, dan men-download kalau ada artikel yang saya minati. Sekitar satu jam kemudian, saya keluar dari warung internet itu. Dalam perjalanan pulang, saya teringat, astaga, naskah tadi malah belum jadi saya kirimkan!
Memiliki suatu sasaran adalah suatu hal. Namun, mempertahankan fokus untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan tersebut merupakan perkara yang lain sama sekali. Persoalannya, justru ketahanan dalam menjaga fokus inilah yang acap kali kita abaikan. Kita berlimpah dengan rencana dan keinginan, namun terbata-bata dalam menindaklanjuti pencapaiannya. Kita tidak memiliki komitmen, disiplin, dan ketekunan yang memadai untuk menyelesaikan rencana itu. Kita tidak menjadikan rencana itu prioritas. Hasilnya? Paling tidak, kejengkelan dan ketertundaan seperti yang saya alami tadi. Dalam perkara yang lebih serius, tentu saja akibatnya juga akan lebih parah.
Awal tahun ini banyak orang menyusun resolusi dan target, paling tidak bagi dirinya sendiri. Mungkin keinginan untuk menurunkan berat badan, mungkin cita-cita untuk menulis sebuah novel, mungkin pula kerinduan untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Itu baru satu tahap. Tahap berikutnya, siapkah kita, sepanjang tahun ini, mengembangkan komitmen, disiplin, dan ketekunan yang diperlukan untuk mewujudkannya?
RENCANA (KOMITMEN + DISPLIN + KETEKUNAN) = MIMPI RENCANA + (KOMITMEN + DISPLIN + KETEKUNAN) = REALITAS
Penulis: Arie Saptaji
Labels:
Displin,
Fokus,
Lk 14,
Rencana,
Renungan Harian
Semuanya dicatat sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita
AULD LANG SYNE
Baca: 1 Korintus 10:1-11
Ayat Mas: 1 Korintus 10:11
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3
Lagu Auld Lang Syne sering dilantunkan pada tengah malam di banyak negara untuk menandai datangnya tahun baru. Lagu asal Skotlandia ini kurang lebih berarti: hari-hari kemarin yang indah. Beberapa baris liriknya mengingatkan kita untuk tidak melupakan hari kemarin baik keberhasilan, maupun kegagalan karena ingatan akan semuanya itu akan menguatkan hidup kita.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita akan perjalanan bangsa Israel di masa lalu dalam mengikuti pimpinan Tuhan keberhasilan dan kegagalan mereka. Sebenarnya, untuk apakah semua tulisan ini? Semuanya dicatat sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita (ayat 11). Bukan hanya itu, Alkitab memuat banyak kisah dari masa lalu; supaya kita juga belajar mengetahui kehendak Allah bagi manusia! Mungkin di masa lalu kita menyimpan kegagalan, kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan yang membuat kita bergumul hebat. Namun, di masa lalu kita juga mencatat kemenangan atas pergumulan, kebangkitan dari kegagalan, kelegaan dan pemulihan dari dukacita, sehingga hati kita pun bisa berujar seperti Pemazmur, Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN ... Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung (Mazmur 40:6).
Kini kita sudah berada di awal tahun 2008. Mari kita serahkan tahun yang baru ini ke dalam pimpinan Allah, tanpa melupakan pengalaman kita di tahun 2007. Sebab bagaimanapun, pengalaman di masa lalu masih terus berharga untuk menjadi bekal kita menjalani hari-hari di depan!
SAAT HARI DAN TAHUN BERTAMBAH KIRANYA
HIDUP INI PUN MAKIN BERSINAR BAGI-NYA
Penulis: Agustina Wijayani
Baca: 1 Korintus 10:1-11
Ayat Mas: 1 Korintus 10:11
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3
Lagu Auld Lang Syne sering dilantunkan pada tengah malam di banyak negara untuk menandai datangnya tahun baru. Lagu asal Skotlandia ini kurang lebih berarti: hari-hari kemarin yang indah. Beberapa baris liriknya mengingatkan kita untuk tidak melupakan hari kemarin baik keberhasilan, maupun kegagalan karena ingatan akan semuanya itu akan menguatkan hidup kita.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita akan perjalanan bangsa Israel di masa lalu dalam mengikuti pimpinan Tuhan keberhasilan dan kegagalan mereka. Sebenarnya, untuk apakah semua tulisan ini? Semuanya dicatat sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita (ayat 11). Bukan hanya itu, Alkitab memuat banyak kisah dari masa lalu; supaya kita juga belajar mengetahui kehendak Allah bagi manusia! Mungkin di masa lalu kita menyimpan kegagalan, kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan yang membuat kita bergumul hebat. Namun, di masa lalu kita juga mencatat kemenangan atas pergumulan, kebangkitan dari kegagalan, kelegaan dan pemulihan dari dukacita, sehingga hati kita pun bisa berujar seperti Pemazmur, Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN ... Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung (Mazmur 40:6).
Kini kita sudah berada di awal tahun 2008. Mari kita serahkan tahun yang baru ini ke dalam pimpinan Allah, tanpa melupakan pengalaman kita di tahun 2007. Sebab bagaimanapun, pengalaman di masa lalu masih terus berharga untuk menjadi bekal kita menjalani hari-hari di depan!
SAAT HARI DAN TAHUN BERTAMBAH KIRANYA
HIDUP INI PUN MAKIN BERSINAR BAGI-NYA
Penulis: Agustina Wijayani
Subscribe to:
Posts (Atom)